Ahad, 17 Julai 2011

TANGISAN RASULLUAH MENGGONCANGKAN ARASY

"Dikisahkan, bahawasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka'bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: "Ya Karim! Ya Karim!" Rasulullah s.a.w. menirunya membaca "Ya Karim! Ya Karim!" Orang itu lalu berhenti di salah satu sudut Ka'bah, dan berzikir lagi: "Ya Karim! Ya Karim!" Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya "Ya Karim! Ya Karim!" Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu lalu berkata: "Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, kerana aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah."

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: "Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?" "Belum," jawab orang itu. "Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?" "Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya," kata orang Arab badwi itu pula. Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: "Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!" Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.

"Tuan ini Nabi Muhammad?!" "Ya" jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya: "Wahai orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan serupa itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada tuannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya."

Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: "Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: "Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil mahupun yang besar!" Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu pula berkata: "Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!" kata orang Arab badwi itu. "Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?"

Rasulullah bertanya kepadanya. 'Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,' jawab orang itu. 'Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!'

Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata: "Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya kerana tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahawa Allah tidak akan menghisab
dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah mengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!" Betapa sukarnya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita tersebut. la lalu menangis kerana tidak berdaya menahan keharuan dirinya."

Khamis, 24 Mac 2011

7 Golongan yang Berada di Bawah Naungan Allah |
سبعة يظلهم الله في ظلّه يوم لا ظل إلا ظله |
The Seven Under the Shade of Allah


Daripada Abu Hurairah r.a. Rasulullah s.a.w. bersabda :
Tujuh golongan, Allah akan menaungi mereka pada hari yang tiada naungan melainkan naunganNya :
|1| Imam yang adil
|2| Pemuda yang membesar dengan beribadat kepada Allah
|3| Insan yang hatinya terpaut dengan masjid
|4| Dua insan yang berkasih sayang kerana Allah, mereka bertemu dan berpisah kerana Allah
|5| Insan yang digoda wanita yang cantik dan berpangkat, lalu ia berkata, "Sesungguhnya aku takutkan Allah",
|6| Insan yang bersedekah dengan cara tersembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dibelanjakan oleh tangan kanannya,
|7| Insan mengingati Allah secara bersunyian lalu berlinangan air matanya.

:: Hadis Riwayat Bukhari & Muslim ::


عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول :
سبعة يظلهم الله في ظله يوم ظل إلا ظله :
- إمام عادل
- و شاب نشأ في عبادة الله
- و رجلان تحابا في الله, اختماعاً عليه و تفرقاً عليه
- و رجل ذكر الله خاليا ففاضت عيناه
- و رجل قلبه معلق بالمساجد
- و رجل تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه
- و رجل دعته امرأة ذات منصب و جمال فقال : إني أخاف الله رب العالمين

:: أخرجه البخاري و مسلم ::



Narrated Abu Huraira r.a., the Prophet s.a.w. said :
“There are seven whom Allah will shade in His Shade on the Day when there is no shade except His Shade:
|1| a just ruler;
|2| a youth who grew up in the worship of Allah, the Mighty and Majestic;
|3| a man whose heart is attached to the mosques;
|4| two men who love each other for Allah’s sake, meeting for that and parting upon that;
|5| a man who is called by a woman of beauty and position [for illegal intercourse], but be says: ‘I fear Allah’,
|6| a man who gives in charity and hides it, such that his left hand does not know what his right hand gives in charity; and
|7| a man who remembered Allah in private and so his eyes shed tears.”
(Bukhari & Muslim)

Rabu, 23 Mac 2011

Kasih Sayang dalam Islam

“ Sesungguhnya kasih sayang itu cabang (penghubung) kepada Allah SWT. Barang siapa yang menyambungnya,maka Allah akan menyambung (kasih sayang-Nya) dengannya. Dan barang siapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutus (kasih sayang-Nya) dengannya.” (HR. Bukhori)

Islam agama penuh dengan kasih sayang. Mewujudkan kasih sayang pada diri sendiri, serta memberikan kasih sayang kepada siapa dan apa yang ada disekeliling kita adalah ibadah. Dan itulah bagian dari sifat dan jati diri orang muslim.

Hanya saja, ada tingkatan sayang dalam Islam. Tingkatan tertinggi adalah sayang / cinta pada Allah SWT lalu Rosulullah SAW.
”Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah yang kamu sukai, adalah lebih utama daripada Allah dan Rosul-Nya dan berjihad di jalan Allah, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At-Taubah:24)

Secara garis besar, objek kasih sayang dalam Islam adalah:

1. Sayang kepada Allah SWT
Mewujudkan rasa sayang atau cinta kepada Allah SWT dalam diri seorang muslim adalah suatu keniscayaan. Karena tidak akan sempurna ibadah seseorang kepada Allah SWT bila tidak ada rasa cinta di dalamnya.
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah …” (QS.Al-Baqoroh: 165)

2. Sayang kepada Rasulullah SAW
Mencitai Rosulullah merupakan bagian dari keimanan.
Anas berkata, Rosulullah bersabda, “Tidak sempurna iman kalian sampai aku lebih dia cintai daripada dirinya, orang tuanya, anaknya dan manusia lain keseluruhan”. (HR. Bukhori dan Muslim)

3. Sayang kepada sesama manusia
Jarir bin Abdullah berkata, Rosulullah bersabda, “Allah tidak akan menyayangi orang yang tidak menyayangi manusia lainnya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Yang termasuk sayang kepada sesama manusia adalah:
Sayang kepada orang tua
Abu Hurairoh berkata: “Ada seorang laki-laki datang ke Rosulullah, lalu bertanya, Wahai Rosulullah, siapakah manusia yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan sebaik mungkin? Rosulullah bersabda, Ibumu. Lalu ia bertanya, lalu siapa? Beliau menjawab, ibumu. Ia betanya, lalu siapa lagi? Ibumu, jawab Rosulullah. Ia bertanya lagi, lalu siapa? Bapakmu, jawab beliau. (HR. Bukhori)

Sayang kepada suami atau istri
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah, Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS.Ar-Rum:21)

Sayang kepada saudara
Anas berkata: Rosulullah bersabda,” Tidak sempurna iman kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagai mana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhori)

Sayang kepada anak
Abu Hurairoh berkata: “sewaktu Rosulullah mencium Husain bin Ali, di dekatnya ada sahabat yang sedang duduk, bernama al-Aqro bin Habis at-Tamimi. Al-Aqro berkata, saya telah mempunyai 10 anak, tapi saya tidak pernah mencium satupun dari mereka. Rosulullah memandanginya, lalu bersabda,” Barang siapa yang tidak punya rasa kasih sayang, maka ia tidak akan disayangi.” (HR. Bukhori)

Sayang kepada tetangga
Said bin Abi Syuraikh berkata: Rosulullah bersabda, “Demi Allah, ia tidak beriman. Allah, ia tidak beriman. Allah, ia tidak beriman. Ada yang bertanya, siapakah yang Anda maksud wahai Rosulullah? Rosulullah menjawab, Orang yang tetangganya merasa tidak nyaman dari kejahatan dan keburukannya.” (HR. Bukhori)

Sayang kepada teman
Anas bin Malik berkata: “ Aku pernah duduk di sisi Rosulullah, lalu lewatlah seorang laki-laki. Ada laki-laki lain dari suatu kaum yang berkata, Wahai Rosulullah, sungguh aku sangat mencintai (menyayangi) laki-laki itu. Rosulullah bertanya, Apakah kamu telah memberitahukan hal itu kepadanya? Laki-laki itu menjawab, Belum. Rosulullah bersabda, Berdirilah, dan beritahukanlah kepadanya. Maka laki-laki itupun berdiri menghampirinya, ia berkata, Wahai saudaraku, demi Allah, aku mencintaimu karena Allah. Lalu orang tersebut menjawab, Semoga Allah juga mencintaimu karena kamu mencintai karena-Nya.” (HR. Ahmad, no.1198)

4. Sayang kepada haiwan
Abu Hurairoh berkata: Rosulullah bersabda,”pernah ada sorang laki-laki dalam perjalanan, ia merasa sangat haus. Kemudian ia bertemu sumur dan turun ke dalamnya, ia minum air sumur lalu keluar. Tiba-tiba ada anjing yang menjulurkan lidahnya, mengendus  tanah karena kehausan. Ia berkata dalam hatinya, anjing ini mengalami apa yang tadi aku alami. Lalu ia (turun ke sumur lagi) memenuhi sepatu kulitnya (dengan  air), lalu ia gigit dengan mulutnya lalu keluar, selanjutnya ia memberi minum anjing tersebut. atas perbuatannya itu, Allah bersyukur padanya dan mengampuni dosanya. Para sahabat bertanya, wahai Rosulullah, apakah kita akan mendapat pahala jika menolong haiwan? Beliau bersabda, “Kebaikkan kepada setiap yang punya hati (makhluk hidup) ada pahalanya” (HR. Bukhori dan Muslim)

5. Sayang kepada tumbuhan
Pesan Abu Bakar ra. Kepada pemimpin pasukannya, Yazid bin Abu Sufyan:
Dan aku berwasiat kepadamua 10 hal. ” janganlah kalian membunuh wanita, bayi atau orang tua lanjut usia. Dan janganlah kamu memotong pon yang sedang berbuah. Dan janganlah kamu merusak gedung atau bangunan. Dan janganlah kamu membunuh camping atau onta kecuali untuk di makan. Dan janganlah kamu membakar lebah atau menenggelamkannya. Dan janganlah kamu korupsi, Dan janganlah kamu berkhianat.” (HR. Malik)

6. Sayang kepada sekeliling
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-A’raf: 56)

Jika diperhatikan, konsep kasih sayang dalam Islam lebih lengkap dan komplit. Sehingga kita tidak perlu lagi konsep kasih sayang dari agam atau ajaran filsafat kepecayaan lain.

Jika kita benar-benar memperaktikkan ajaran Islam secara kaffah (integral), maka kita akan merasakan besarnya kasih sayang dalam diri kita, dan orang lainpun merasakannya kenikmatan kasih sayang yang menjadi bagian dari ajaran Islam.

10 Amalan untuk Mengubah Watak Diri Menjadi Baik

Pertama:
Tahajjud, kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.

Kedua:
Melazimi membaca Al-Qur'an dan zikir al-mathurat sebelum terbit matahari.

Ketiga:
Memelihara kesempurnaan solat kerana inilah kekuatan mukmin muslim yang utuh

  
Keempat:
Jaga solat dhuha, kerana kunci rezeki terletak pada solat dhuha.

  
Kelima:
Jaga sedekah setiap hari. Walaupun hanya dengan sekuntum senyuman

Keenam:
Jaga wudhuk terus menerus kerana Allah menyayangi hamba yang berwudhu'. 

Ketujuh:
Amalkan istighfar setiap masa agar terhapus segala dosa dan noda.

Kelapan :
Perbaharui Azam dan Tekad untuk terus berkhidmat kerana Allah SWT

Kesembilan :
Sentiasa ceria dan berfikiran positif kerana itulah watak seorang mukmin sejati

Kesepuluh :
Memelihara Diri dengan keikhlasan yang tulus kerana Allah SWT kerana disitulah terletaknya nilai amalan di sisi Allah SWT.

Isnin, 14 Mac 2011

Adakah Taubatku Diterima oleh Allah?


Antara tanda orang yang taubatnya diterima:
  1. Selepas bertaubat keadaannya lebih baik daripada sebelumnya. Seorang hamba hendaklah melihat dirinya setelah bertaubat. Apakah bertambah baiknya atau masih dalam kejahatan. Kalau menjadi baik, Alhamdulillah. Kalau sebaliknya, hendaklah dikesali. 
  2. Hendaklah berasa takut, yang dia tidak aman daripada azab Allah.
  3. Hendaklah menambat keinginan hatinya daripada berbuat maksiat.
  4. Hendaklah menyesal dan takut untuk melakukan sama ada dosa kecil atau jenayah yang besar.
  5. Berasa hina diri dan tawaduk.
Tanda taubat ditolak termasuk:
  1. Lemah keazamannya dan hatinya membayangkan keseronokan melakukan dosa semula. Itu adalah taubat orang yang dusta. Malunya kepada manusia, tidak kepada Tuhan, takutnya kepada manusia tidak takut kepada Allah.
  2. Tenang dan yakin dirinya telah bertaubat dan berasa aman daripada murka Allah.
  3. Beku air matanya daripada menangis dan keras hatinya.
  4. Tidak takut terhadap kematian dan peristiwanya.
  5. Tidak takut neraka dan peristiwanya.
  6. Tidak melakukan amal soleh selepas bertaubat.
Marilah kita bertaubat bersungguh-sungguh kepada Allah sebelum terlambat.

Firman-Nya bermaksud :“Wahai orang yang beriman, bertaubatlah kamu kepada Allah (mintalah dihapuskannya dosa kamu), dengan taubat nasuha, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, pada hari Allah tidak akan menghinakan Nabi dan orang yang beriman bersama-sama dengannya, cahaya (iman dan amal soleh) mereka, bergerak cepat di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka (ketika mereka berjalan), mereka berkata (ketika orang munafik meraba-raba dalam gelap gelita): “Wahai Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan limpahkanlah keampunan kepada kami, sesungguhnya engkau amat berkuasa atas tiap-tiap sesuatu.” (Surah at-Tahrim, ayat 8)

Ahad, 13 Mac 2011

Istimewanya Memeluk Islam

Diriwayatkan daripada Abu Said al-Khudri r.a : “Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “Apabila seseorang memeluk agama Islam dengan ikhlas, Allah akan mengampunkan semua dosa-dosanya di masa lalu. Kemudian setelah itu mulai diadakan perhitungan, pahala untuk setiap perbuatan baik yang dilakukannya dilipat gandakan sepuluh sampai tujuh ratus kali ganda sedangkan setiap dosa yang dilakukannya akan dicatat sebanyak dosa yang dilakukannya kecuali apabila Allah mengampunkannya.”
(al-Bukahri)

Huraian:
Mualaf ialah orang yang baru berjinak-jinak Islam. Dari segi bahasa mualaf bererti lemah. Istilah ini lalu disandarkan kepada mereka yang baru saja memeluk Islam dan masih lemah pemahamannya tentang Islam. Kebanyakan daripada kita tidak memahami keperluan mualaf.

Mualaf sebenarnya mengharapkan teman dan sahabat yang dapat memberi sokongan moral dan perlindungan dari kecaman keluarga mahupun saudara, kerana perpindahan agama bukanlah perkara yang mudah sebaliknya memerlukan banyak pengorbanan. Justeru perlu ada pihak yang menyelia dan membimbing golongan yang baru memeluk Islam ini agar mereka tidak kembali murtad. Contohnya menziarahi mereka supaya tidak terabai dan memantau perkembangan mereka.
Kebanyakan kes yang berlaku hari ini, orang memeluk Islam sekadar untuk mencukupkan syarat membolehkannya berkahwin dengan pasangan yang beragama Islam. Bukan dengan niat yang benar-benar ikhlas mahu mentauhidkan Allah SWT. Bagi mualaf yang ikhlas ingin memeluk Islam pula, mereka akan melaksanakan ajaran Islam secara bertahap. Bahkan tidak keterlaluan jika dikatakan bahawa ada antara golongan mualaf ini yang jauh lebih taat daripada mereka yang sejak lahir memeluk Islam. Golongan inilah yang disebutkan di dalam hadis di atas.


Sabtu, 12 Februari 2011

Kenyataan Ikhwan Muslimin Sempena Kejatuhan Regim Mubarak

 
 
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ المُلْكِ تُؤْتِي المُلْكَ مَن تَشَاءُ وتَنـزِعُ المُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وتُذِلُّ مَن تَشَاءُ بِيَدِكَ الخَيْرُ إنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Katakanlah Wahai Tuhan yang mempunyai kuasa! Engkaulah yang memberi kuasa pemerintahan kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang mencabut pemerintahan dari sesiapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah juga yang memuliakan sesiapa yang dikehendaki dan Engkaulah yang menghina sesiapa yang dikehendaki. Dalam kekuasaan Engkaulah sahaja adanya segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
  

   يا جماهير مصر الصابرة الصامدة، يا أبطال الحرية وأنصار الحق، يا أهل التضحية والفداء، نحييكم فردًا فردًا، رجلاً وامرأةً، شابًّا وفتاةً، طفلاً وطفلةً، مسلمين ومسيحيين، تحيةً من أعماق قلوبنا ونشدُّ على أيديكم ونقبل جباهكم، ونحمد الله أن أزاح عن صدورنا جميعًا كابوسًا خانقًا، وطاغيةً مستبدًّا، وأزاح عن شعب مصر العظيم غلالة الغبار حتى ظهر معدنه النفيس للعالم أجمع بأنه شعب- وإن كان صبورًا- إلا أنه يأبى الضيم ويثور على الظلم ويعشق الحرية والكرامة، فهنيئًا لكم هذه اللحظات الكريمة المباركة التي كانت ثمرة عظيمة لثورة مباركة.

Wahai rakyat Mesir yang sabar teguh, wahai  pahlawan kebebasan dan kebenaran, wahai sang pejuang yang sanggup korbankan apa sahaja, kami menyambut anda semua, lelaki dan wanita, pemuda dan pemudi,  putera dan puteri, Muslim dan Kristian.. Salam takzim daripada lubuk hati kami dan kita bersama saling begangan tangan, dan syukur kami  kepada Allah yang mengeluarkan kita semua daripada  mimpi buruk dan cengkaman kezaliman. Kini telah hilang segala debu yang menyelaputi dan menjadi tayangan kepada alam seluruhnya bahawa mereka (selepas lama bersabar) adalah rakyat yang tidak sekali-kali tunduk mengalah menuntut kebebasan dan maruah. Nikmatilah saat-saat penuh keramat bepun barakah hasil kebangkitan yang diberkati.


وأنتم أيها الشهداء يا من ضحيتم بحياتكم في سبيل الله، ومن أجل تحرير أهلكم ووطنكم، تحيةً خالصةً لكم في أرقى مكان وأكرم جوار، في أعلى الجنان وجوار الرحمن، ومع حزننا العميق لفراقكم فإن سلوانا أنكم لستم أمواتًا ولكنكم أحياء في الجنة تمرحون 

Dan untuk para syuhada yang telah mengorbankan nyawa demi  Allah dan demi kebebasan keluarga juga negara mereka, setulus ucapan kami kepada mereka yang kini di sebaik-baik tempat termulia di sisi Ar Rahman. Meskipun perpisahan ini menyedihkan, namun kami penuh yakin bahawa anda tidak mati bahkan akan hidup selamanya disyurga Allah

ولا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ * فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ويَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ ولا هُمْ يَحْزَنُونَ
Dan jangan sekali-kali engkau menyangka orang-orang yang terbunuh (yang gugur Syahid) pada jalan Allah itu mati, (mereka tidak mati) bahkan mereka adalah hidup (secara istimewa) di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki


وتحيةً لجيش مصر العظيم الذي حمى الثورة منذ نزل إلى الشوارع وأمن الناس والمؤسسات بعد انسحاب الشرطة، وتلاحم مع المتظاهرين، ورفض محاولات توريطه والإيقاع بينه وبين الشعب، ولا عجب!! فالجيش هو جيش الشعب، وأبناؤه هم أبناء الشعب، ونحن نثق في أن السلطة التي اُئتمن عليها بصفة مؤقتة سوف يتم نقلها بطريقة سلمية إلى أهل السياسة؛ للحفاظ على مدنية الدولة وديمقراطيتها وإقامة المؤسسات التشريعية فيها وفق انتخابات حرة نزيهة

Salam penuh hormat kami juga buat angkatan tentera Mesir yang memelihara kebangkitan ini sedari awal semenjak ia bermula di jalanan,  juga menjaga keselamatan  rakyat dan hartabenda selepas tindakan pihak polis yang berlepas tangan. Mereka juga menolak segala usaha dipergunakan untuk bertembung dengan kehendak rakyat.  Tiada yang pelik..! Kerana tentera ini adalah tentera rakyat, mereka adalah sebahagian rakyat ini, kami memberi kepercayaan bahawa kuasa pemerintahan sementara yang diamanahkan kepada mereka ini akan diserahkan secara aman kepada ahli-ahli politik, demi sebuah negara madani demokrasi dan pembentukan pemerintahan yang berdasarkan pilihanraya yang bebas dan adil.

وإلى الثائرين فى كل ربوع مصر، ولا سيما الشباب منهم، نقول: إن المرحلة الأسهل قد انتهت، رغم مرارتها وقسوتها؛ ألا وهي مرحلة هدم النظام الفاسد، أما المرحلة التالية فهي المرحلة الأصعب، وهي مرحلة بناء نظام جديد على أسس صحيحة تحترم فيها الحريات العامة وحقوق الإنسان وكرامته، وتتوزَّع فيها الثروة بطريقة عادلة، ويقام فيها العدل والمساواة وتكافؤ الفرص بين المواطنين، وتطبق فيها قواعد العدالة الاجتماعية، وتبنى مؤسسات الدولة على مبادئ وقيم وقوانين سليمة، ويكافح فيها الظلم والفساد، ويحارب الاستبداد حربًا لا هوادة فيها ولا تهاون معها

Dan untuk penuntut-penuntut perubahan di seluruh pelusuk Mesir, khususnya kepada pemuda, kita katakan: “Sesungguhnya fasa yang sebenarnya mudah telah berakhir, meskipun dipenuhi kepahitan dan kekejaman; iaitu fasa menghancurkan regim korupsi. Kini, fasa berikutnya adalah tahap yang lebih sukar, waktu untuk membina sistem baru berdasarkan asas kebenaran di mana kebebasan dan hak-hak asasi manusia dan maruah dihormati. Seterusnya pengagihan segala sumber kekayaan berasaskan keadilan, penegakan keadilan dan kesamarataan peluang antara warga negara. Perlaksanaan peraturan keadilan sosial serta pembinaan asas negara berteraskan prinsip-prinsip dan nilai-nilai serta undang-undang yang sejahtera. Menumpaskan semua ketidakadilan dan kerosakan moral juga menentang sebarang bentuk kezaliman tanpa noktah apalagi untuk berkompromi dengannya.

أيها المواطنون الشرفاء.. لقد حققتم بفضل الله مكاسب عظيمة، فلا بد من حراستها والحفاظ عليها، وهذا يقتضي الاستمرار في اليقظة والانتباه والوحدة والإيجابية، والحب والتواصل، وفقنا الله جميعًا، وسدد على طريق الحق خطانا وحقق آمالنا لشعبنا وأمتنا ووطننا
 
Wahai rakyat yang penuh kemuliaan.. Anda telahpun mencapai kejayaan dengan bantuan Allah.  Maka peliharalah ia sebaiknya. Bersiap siagalah sepenuh perhatian, jagalah kesatuan, kasih sayang dan hubungan kaliani. Semoga Allah membimbing kita semua dan membetulkan dengan tepat setiap langkah yang diambil demi memenuhi harapan kami dan juga rakyat, bangsa dan negara.

وقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ ورَسُولُهُ والْمُؤْمِنُونَ 
Dan katakanlah: Beramallah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang yang beriman akan melihat apa yang kamu kerjakan


الإخوان المسلمون
القاهرة في: 8 من ربيع الأول 1432هـ= الموافق 11 من فبراير 2011م

Ikhwanul Muslimin
Kaherah

8 Rabi’ul Awwal 1432 bersamaan 11 Februari 2011
Artikel asal : http://ikhwanonline.com/Article.aspx?artid=78995&secid=212